Bahlul berjualan
2 February 2009, posting oleh wiwin.wrBahlul dikenal sebagai seorang pandir yang bijak di penjuru Bagdad. Suatu hari ia duduk di sebuah pasar dengan tiga buah tengkorak kepala di hadapannya.
Di depan tengkorak yang pertama terdapat tanda bertuliskan “GRATIS.” Di depan tengkorak kedua terdapat tanda bertuliskan “SATU SEN.” Tengkorak ke tiga memiliki tanda bertuliskan “TAK TERNILAI.”
Ketiga tengkorak tersebut tampak serupa, dan setiap orang yang melihat kiosnya mengira bahwa Bahlul telah gila. Akhirnya, seseorang mendekatinya dan bertanya mengenai perbedaan harganya.
Bahlul mengambil sebuah tusuk daging dan mencoba untuk memasukkannya pada lubang telinga dari tengkorak yang pertama, namun ia tak berhasil. “Lihatlah,” katanya, “Tidak ada yang dapat masuk ke dalam. Tengkorak ini sama sekali tidak bernilai.”
Kemudian ia mencoba tusuk daging tersebut pada tengkorak yang kedua. Ia dapat dengan mudah masuk melalui kedua lubang telinga tersebut, dan langsung menembus sisi lainnya. “Lihatlah, tidak ada yang tinggal di dalamnya. Tengkorak ini hanya bernilai satu sen.”
Ketika Bahlul mencobanya pada tengkorak yang ketiga, tusuk daging tersebut masuk dengan mudah melewati lubang pertama tetapi tidak menembus lubang kedua. Jelasnya, “Tengkorak ini tidak ternilai. Apa yang masuk ke dalamnya, akan tetap tinggal di dalam” …..
[sumber: Hati, Diri, Jiwa, Psikologi Sufi untuk Transformasi - Robert Frager]

