... berjalan untuk menghidupkan hati ...
... - suluk - salik - darwis - tasawuf - tasauf - sufisme - teologi - anekdot - kisah klasik - ...


 

Pelajar dan Pengamal

6 February 2009, posting oleh wiwin.wr
disimpan di Anekdot pk. 10:08 pm | Mau mengirim artikel ini ?

Suatu hari seorang sarjana sedang berperahu di sebuah danau yang besar. Ia mendengar sebuah suara datang dari arah sebuah pulau yang kecil. Merasa penasaran, ia pun mendayung perahunya menuju pulau tersebut. Ia melihat seorang pertapa sedang berdzikir sambil duduk dan membaca sebuah doa berulang-ulang.

Sang sarjana menyapa si pertapa seraya menjelaskan bahwa, berdasarkan bahasa Arab klasik, ia tidak tepat dalam mengucakan doa tersebut. Sang sarjana merasa puas karena telah mampu meluruskan si pertapa yang buta huruf tersebut. Lagi pula disebutkan bahwa mereka yang menguasai doa tersebut dapat berjalan di atas air.

Sang sarjana pun kemudian meninggalkan si pertapa pergi menaiki perahunya dan merasa puas atas amal baiknya.

Kemudian ia mendengar suara dari belakangnya, lalu menoleh. Si pertapa sedang berlari-lari di atas air untuk mengejarnya, “Wahai anak muda, aku telah mengucapkan doa tersebut secara salah selama bertahun-tahun ! Tolong ulangi kembali untukku dengan cara yang benar, sekali lagi.”

 

[Catatan: Ibn Arabi di kitabnya, al-Anwar fiima yamnahu soohib al-khalwat min Asroor, diterjemahkan menjadi buku: Cahaya Penakluk Surga, halaman 21, menuliskan tentang apa saja ciri-ciri awal orang-orang yang tawakkal billaah yakni : bumi terlipat di bawah kaki mereka, mereka mampu menerobos langit, mereka mampu berjalan di atas air, mereka diberi makan oleh semesta alam, dan semua tanpa usaha dari mereka.

[sumber: Hati, Diri, Jiwa, Psikologi Sufi untuk Transformasi - Robert Frager, disunting oleh web-admin]

No one leave comments yet, will you be the first one ?

be my guest ...

your name [required,]

your email [will not be published]

your website

thanks


Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.