... berjalan untuk menghidupkan hati ...
... - suluk - salik - darwis - tasawuf - tasauf - sufisme - teologi - anekdot - kisah klasik - ...


 

Saudagar dan Kakatua pintar

13 February 2009, posting oleh wiwin.wr
disimpan di Mawlana RUMI pk. 10:09 am | Mau mengirim artikel ini ?

Syahdan ada seorang saudagar yang memelihara seekor burung Kakatua. Burung itu ditempatkannya dalam sebuah sangkar.

Ketika ia hendak bepergian untuk berdagang ke Hindustan, dia bertanya kepada si burung Kakatua apakah ada pesan-pesan yang hendak dititipkan untuk disampaikan kepada sanak saudaranya di Hindustan.

Kakatua itu menginginkan agar saudagar itu mengatakan kepada sanak saudaranya disana bahwa ia hidup dalam sebuah sangkar. Saudagar itupun berjanji akan menyampaikan pesan tersebut.

Ketika ia sampai di Hindustan, disampaikannya pesan itu kepada kumpulan burung Kakatua yang pertama kali dijumpainya.

Demi mendengar pesan itu, seekor kakatua langsung jatuh tergeletak mati. Hal itu membuat si saudagar sangat jengkel kepada burung kakatuanya yang telah mengirimkan pesan semacam itu. Sepulangnya ke rumah ia segera memarahi kakatuanya dengan keras karena telah mengirimkan pesan yang semacam itu. Segera setelah mendengar cerita dari saudagar itu maka kakatua itupun jatuh dan tergeletak dalam sangkarnya, mati.

Saudagar itu, selepas meratapi kematian kakatuanya, mengambil bangkai burung itu dan kemudian membuangnya.

Anehnya, mendadak bangkai itu bangkit lagi dan terbang pergi menjauh. Kakatua itu telah mengikuti pesan yang ditunjukkan oleh sanak saudaranya di Hindustan agar ia menjalani laku seakan-akan mati untuk bisa terbebas dari kurungannya.

 

Bandung - 11/02/2009
Source:
MATSNAWI, The Spiritual Couplets of  Maulana Jalalu-’d-diin Muhammad Rumi,
Book I - Abridged and Translated by E.H. Whinfield 1898
- Story VII.1 The Merchant and his clever parrot - alih bahasa oleh wiwin.wr ©2009

Comments

by: maswawik
at: 2009-03-11

matilah sebelum engkau mati demikian sabda rasulullah Muhammad s.a.w….kisah perjalanan semua manusia yang nanti akan pulang ke rahmatullah…namun pulang ada yang dengan bahagia disambut pelukan sang ibu…ada yang sengsara karena tidak disambut sang tuan rumah ibu tercinta, tak diajak bicara, alangkah derita seorang anak yang tak diterima di rumahnya sendiri…hanya dengan mati sebelum mati.. tarikan gemerlap dunia adalah penyebab kehidupan yang menipu, hidup bak mayat berjalan,bukan hidup sesungguhnya. Mati dari tarikan tipuan dunia menyebabkan hidup yang sebenarnya hidup, ini diibaratkan bebas dari belenggu kurungan yang tak lain..terbang tanpa beban menuju pelukan sang Maha Cinta..dambaan semua pejalan pulang menuju rumah…home sweet home…wallahu a’lam

be my guest ...

your name [required,]

your email [will not be published]

your website

thanks


Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.