... berjalan untuk menghidupkan hati ...
... - suluk - salik - darwis - tasawuf - tasauf - sufisme - teologi - anekdot - kisah klasik - ...


 

Pemain Harpa

15 February 2009, posting oleh wiwin.wr
disimpan di Mawlana RUMI pk. 12:19 pm | Mau mengirim artikel ini ?

Judul asli ASLI: THE HARPER 

Syahdan, dikala Khalifah ke-dua Umar bin Khattab ra. memerintah, hiduplah seorang musikus, ia seorang yang pandai memetik harpa lagi merdu suaranya bagai lantunan suara terompet Izrafil as. Ia selalu disewa untuk memeriahkan suasana di setiap pesta keriaan.

Seiring dengan berlalunya waktu, ia pun semakin tua dan suaranya tidak lagi merdu sampai akhirnya tidak ada seorangpun yang menyewanya untuk memeriahkan pesta-pesta keriaan mereka.

Dalam keputus-asaannya ia pergi ke tanah-pemakaman di Yatsrib dan memetik harpa-nya untuk Tuhan, mencari-Nya untuk berterima-kasih kepada-Nya atas apa-apa yang telah diberikan-Nya kepadanya. Seusai memainkan lagunya ia pun terlelap dan bermimpi bahwa ia sedang berada di surga.

Di malam yang sama muncul bisikan ilaahiyyah kepada Umar bin Khattab ra.  yang menyuruhnya untuk pergi ke tanah-pemakaman dan menolong seseorang yang sudah tua yang akan ditemuinya disana.

Umar ra. pun bergegas kesana dan mendapati musikus itu dan memberinya uang. Serta menjanjikan untuk memberinya lagi bilamana ia membutuhkan.

Orang itu kemudian melemparkan harpanya dan mengatakan bahwa harpa itulah yang menjadikannya terhijab dari Tuhan dan ia pun kemudian menyatakan rasa bersalahnya yang mendalam atas dosa-dosa yang telah diperbuatnya di waktu lampau.

Umar ra. kemudian menjelaskan kepadanya bahwa perjalanan-duniawi-nya sekarang sudah berakhir. Dan ia tidak boleh membiarkan dirinya bersedih atas apa-apa yang terjadi di masa lampau sebagaimana saat ini ia sudah masuk ke dalam suasana yang penuh dengan kemurnian dan kecintaan akan penyatuan dengan Tuhan. Dan di dalam tingkatan yang penuh kemuliaan itu, perhatian kepada hal-hal di masa lampau dan di masa yang akan datang harus disingkirkan jauh-jauh.

Musikus itu menjalani pelajaran yang diterimanya dan sejak saat itu ia tidak lagi mengamen.

 

Bandung - 12/02/2009
Source:
MATSNAWI, The Spiritual Couplets of  Maulana Jalalu-’d-diin Muhammad Rumi,
Book I - Abridged and Translated by E.H. Whinfield 1898
- Story VIII.1 The Harper - alih bahasa oleh wiwin.wr ©2009

Comments

by: maswawik
at: 2009-03-12

..kebutuhan yang sangat mendesak adalah tanda pertologan yang dekat…bak tergolek lesu putus asa di depan pintu sang raja…tubuh lunglai tak berdaya terjatuh terantuk daun pintu yang tak pernah terkunci…..ada suara yang menyapa dari dalam rumah yang kini pintunya sedikit terbuka…siapa engakau?…hamba…makhluk durhaka penuh dosa yang putus asa dari menerima bantuan siapapun…kecuali…” kecuali siapa..? menyapa lembut jelas dan penuh kehangatan…Engkau!sepenuh jiwa sang fakir berteriak hampir2 tercabut nyawanya…Maka angin sejuk segera menyelimutinya..menghangatkan jiwa sengsara mendamba cinta….segala luka kini musnah dalam sekejap..bertunas penuh mawar harum semerbak segar…bimbingan kasih menarik tubuh fakir penuh derita masuk ke dalam pintu yang terbuka lebar, rumah kedamaian tak ada onak ataupun duri…..yang Maha Cinta.wass.

be my guest ...

your name [required,]

your email [will not be published]

your website

thanks


Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.