... berjalan untuk menghidupkan hati ...
... - suluk - salik - darwis - tasawuf - tasauf - sufisme - teologi - anekdot - kisah klasik - ...


 

Nasruddin dan Pelancong

19 February 2009, posting oleh wiwin.wr
disimpan di Anekdot pk. 7:35 am | Mau mengirim artikel ini ?

Suatu malam Nasruddin sedang berlenggang di suatu jalanan berpasir. Kemudian ia melihat serombongan orang yang berkuda dengan cepat dan menuju kearahnya. Khayalannya mendadak bekerja. Ia membayangkan dirinya ditangkap atau dirampok atau dibunuh. Ketakutan oleh sebab khayalannya sendiri, ia segera melompat lari dan memanjat dinding yang membatasi sebuah pemakaman. Menelungkupkan diri di sebuah lubang galian yang masih terbuka untuk bersembunyi.

Heran oleh sebab melihat kelakuannya yang aneh, para penunggang kuda yang ternyata adalah pelancong-pelancong yang jujur itu pun mengikutinya.

Mereka menemukan Nasruddin sedang berbaring disitu, tegang dan gemetar.

“Sedang apa engkau di dalam lubang ini ? Kami melihat engkau melarikan diri. Adakah yang kami bisa bantu ? Mengapa engkau masuk ke dalam lubang ini ?

“Hanya karena engkau bisa menanyakan sesuatu bukan berarti bahwa akan selalu tersedia jawaban langsung untuk itu,” kata Nasruddin yang sudah menyadari gerangan apa yang terjadi. “Semua itu tergantung kepada sudut pandangmu. Bila engkau harus tahu, bagaimanapun juga, aku berada disini karena engkau - dan engkau pun berada disini karena aku !”

Bandung - 19/02/2009 Mulla Nasruddin stories from the Book of THE SUFI by Idris Shah, alih bahasa oleh wiwin.wr ©2009

Comments

by: maswawik
at: 2009-03-10

..ayam sama telur duluan mana…ayah sama anak..? juga anak ada karena dilahirkan dari sebab pembuahan ayah..namun ada hadis bahwa syurga dan neraka dibuat oleh sebab Muhammad s.a.w. akan diutus sebagai penutup nabi…sesuatu yang lebih dahulu bukanlah harus menjadi sebab…..Adam a.s diciptakan bukan sebagai sebab adanya Muhammad s.a.w…rancang bangun gedung dibuat agar gedung dapat dibangun…namun desain rumah bukan sebab adanya rumah…wallahu ‘alam..wass

by: wiwin.wr
at: 2009-03-11

Salaam. kalau membicarakan taqdir memang rumit sekali. Ayah ada karena anak harus dilahirkan, tetapi anak ada karena pembuahan sang ayah …. mana yang duluan yang Allah kehendaki… rumit memang. wass.

by: weni
at: 2009-03-29

Oleh sebab itu, kita jangan mudah terperangkap dalam sebuah khayalan.

be my guest ...

your name [required,]

your email [will not be published]

your website

thanks


Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.